Senin, 29 Desember 2008

KEASRIAN CINTA

MENJAGA KEASRIAN CINTA
Semua orang mendambakan cinta yang terjalin akan indah berseri sepanjang masa. Namun kehangatan api cinta bisa padam, keindahan pesona cinta bisa memudar dan hilang. Oleh karena itu diperlukan pemahaman dan usaha untuk menyalakan api cinta dan mempertahankan keindahan cinta.Harus Disadari Bahwa Cinta Merupakan Fitrah Manusia Yang Selalu Mengiringinya Baik Suka Maupun Duka.
KASIH SAYANG adalah esensi dari cinta yang murni. Idealnya adalah keseimbangan dalam memberi dan menerima kasih sayang. Belajarlah untuk menyayangi kekasihmu seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Nyatakanlah kasih sayangmu padanya dengan perhatian, bersikap pengertian, bicara dengan kata-kata yang manis, menghidangkan makanan atau minuman kesukaannya, dsb. Jangan sedih dan kecewa kalo' kekasihmu tampak belum sungguh-sungguh menyayangimu. Jangan berhenti menyayanginya, karena cepat atau lambat dia akan merespon kasih sayangmu dengan kasih sayangnya yang murni.
KEPERCAYAAN adalah ungkapan cinta yang mendalam. Rasa saling percaya adalah iklim yang ideal bagi tumbuhnya benih-benih cinta. Sebaliknya, kurangnya rasa percaya merupakan hama yang bisa merusak bunga-bunga cinta dengan kesalahpahaman, kecemburuan dan kekhawatiran. Tambahkanlah terus kepercayaanmu padanya, dan berusahalah agar kepercayaannya padamu juga semakin bulat.
KETULUSAN cinta keluar dari hati nurani yang bersih. Hubungan cinta yang tulus akan ditandai dengan keterus-terangan, keterbukaan dan kejujuran. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada kepura-puraan, tidak ada rekayasa dan tidak ada maksud-maksud terselubung. Betapa rapuhnya cinta yang terjalin tanpa ketulusan.
PERSAHABATAN adalah kebutuhan mutlak dalam suatu jalinan cinta. Cinta bukanlah cinta bila tanpa persahabatan. Sebagai sahabat yang baik, kamu akan menjadi teman bicara, teman bercanda, teman bermain, teman diskusi, teman dikala suka dan duka. Sebagai sahabat, kamu tidak akan menggurui, mengatur, mengekang dan membuatnya takut. Berusahalah untuk menjadi sahabat yang baik dan menyenangkan agar dia merasa lebih nyaman dan bahagia.
KOMUNIKASI adalah jembatan yang bisa menyatukan dua hati dan dua pikiran. Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah, tidak ada yang terlalu banyak bicara dan tidak ada yang terlalu banyak diam. Komunikasi yang baik tidak hanya sekedar bicara, tapi juga mendengar dengan telinga dan hati. Komunikasi yang terbuka akan membuat hubungan lebih akrab, dapat mencegah kesalahpahaman dan memudahkan penyelesaian konflik Tanpa komunikasi yang baik, sulit untuk mempertahankan keindahan suatu jalinan cinta. Jadi, peliharalah jalur komunikasi yang lancar dan jangan biarkan tersumbat.Tapi ingat loo jangan melewati batas/norma-norma agama ya kucing??
KESETIAAN mencerminkan kekuatan karakter. Mudah sekali mengucapkan janji setia, namun terkadang sulit untuk menjalaninya karena banyak sekali godaan yang bisa menggoyahkan kesetiaan. Tapi dalam keadaan apapun kesetiaan harus dijaga, sebab tidak mungkin mempertahankan keindahan cinta tanpa kesetiaan. Manusiawi sekali waktu kamu mengagumi dan menyukai orang lain yang sangat menarik, namun kesetiaan akan mencegah kamu mengkhianati kekasihmu dengan cara apapun. Kesetiaan juga akan diuji oleh situasi dan kondisi yang buruk. Kesetiaan akan memilih untuk tetap mencintainya ketika dia sakit, ketika dia tidak berdaya, atau ketika dia tidak menarik lagi secara fisik.
RASA HORMAT adalah bagian yang tak terpisahkan dari kasih sayang. Kalo' kamu saling menyayangi, maka kamu akan saling menghormati. Rasa hormat akan memagari keakraban dan keintimanmu agar tidak melanggar hak pribadi yang masih dimiliki oleh sepasang kekasih. Rasa hormat akan membuat kamu menghargai privasinya, menghargai pendapatnya, menghargai keyakinannya dan manghargai dirinya sebagai seorang pribadi yang penting. Kalo' kamu menghormati kekasihmu, kamu akan menjaga kehormatan dan harga dirinya.Itu harus lo kalo’ ngak cinta itu palsu belaka…ih sip deh !!

BY:JALALUDDIN AL-‘ABBASY

Kamis, 04 Desember 2008

GAIRAHKAN BACA TULIS

MEMBANGKIT GAIRAH BACA TULIS
INDONESIA adalah salah satu negara yang memiliki budaya membaca sangat memprihatinkan. Berbeda dengan negara-negara yang sudah maju dari pengetahuan dan teknologinya. Di luar negeri, banyak penerbit yang membuat buku dengan beribu-ribu copi habis terjual. Di kereta dan di bus, suasana dan pemandangan orang yang membaca buku itu sudah menjadi kebiasaan dan keharusan bagi mereka. Namun di Indonesia, hal seperti itu suatu yang langka dan aneh. Para penerbit Indonesia banyak yang mengeluh karena sedikit bukunya yan laku di pasaran.
Lemahnya budaya membaca di Indonesia, dikarenakan oleh beberapa faktor. Bahwa, ada anggapan kalau membaca itu hanya untuk golongan yang bergelut di bidang pendidikan. Misalnya, mahasiswa, pelajar, guru, dosen, dan lain sebagainya. Faktor lainnya, ialah semakin tidak menentunya perekonomian. Sehingga daya beli dan kemampuan masyarakat untuk membeli buku menurun. Apalagi kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya juga ikut naik. Sementara biaya pembuatan buku dan harga kertas terus melonjak.
Sebetulnya, dari beberapa faktor yang menghambat budaya membaca, bisa kita atasi dengan mudah, kalau mereka memiliki kesadaran bahwa dengan membaca akan mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. Atau kita buat suatu jargon dan ungkapan ”Kita kalahkan peradaban Barat dengan ilmu pengetahuan.” Artinya ketika kita ingin menguasai ilmu pengetahuan, secara tidak disadari kita akan melahap berbagai buku dari macam-macam disiplin ilmu. Maka dengan sendirinya kita akan memahami berbagai disiplin ilmu, dan bisa membuka khasanah dan pengetahuan baru dari buku yang kita baca.
Mengutip pendapatnya Barbara Tuchman ”Buku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku, sejarah menjadi sunyi, sastra bisu, ilmu pengetahuan lumpuh, serta pikiran dan spekulasi akan mandek”. Berangkat dari pernyataannya Tuchman, kemudian lahirlah buku yang berjudul Mengikat Makna - Kiat-kiat Ampuh untuk Melejitkan Kemauan Plus Kemampuan Membaca dan Menulis Buku. Buku yang ditulis oleh orang yang sering melakukan petualangan dalam dunia baca-membaca ini timbul rasa keprihatinan dan keinginannya untuk membantu masyarakat Indonesia dalam meningkatkan budaya membaca.
Sepintas, buku ini menginginkan kita terbiasa dengan membaca dan menulis. Terbukti dengan disajikannya beberapa kiat-kiat - baik itu yang khusus, maupun yang umum - dia berikan beberapa alternatif yang lincah dan menarik untuk membiasakan membaca, dan menjadikannya suatu kesenangan ketika kita membaca buku. Akhir­nya kita tidak merasa jenuh atau istilah anak sekarang ialah ”BT”.
Ada beberapa manfaat ketika kita membaca buku. Pertama, buku akan berfungsi dan secara efektif menggerakkan pikiran kita, bila metode yang kita gunakan dalam membaca buku adalah membaca secara kritis, atau melakukan dengan secara amat ketat mengenai proses penghimpunan makna. Kedua, sebuah buku baru akan memberikan manfaat yang besar, bila buku itu disusun dengan baik, yaitu memenuhi kaidah-kaidah penalaran dan pendiksian. Ketiga, fungsi menggerakkan pikiran. Sebuah buku akan amat bermakna bila dirasakan oleh si pembaca buku.
Dari beberapa fungsi membaca di atas, tidak mustahil untuk pembaca akan mengalami kesusahan atau tidak konsentrasi. Ini bisa terjadi karena beberapa hal.
Pertama, teks atau kata-kata tidak dapat menampung seluruh maksud atau gagasan seorang penulis. Di sinilah kita perlu memiliki kecerdikan dan kekritisan dalam menangkap pesan yang disampaikan penulis buku. Kedua, menuliskan gagasan perlu kaidah ketat dan tidak asal mengeluarkan begitu saja, sebagaimana kita berbicara. Sebaiknya kita harus membiasakan membaca dengan berbagai ragam bahan bacaan. Dengan maksud untuk memperkaya perbendaharaan bacaan, sehingga kita terbiasa dengan genre dan bahasa yang beragam.
Menurut sosiolog kondang, Ignas Kleden, aktivitas membaca yang benar, memerlukan pembangunan suasana yang terkesan egois, mementingkan diri sendiri. Keadaan ini memang tidak dapat dihindari sebab mengunyah teks perlu konsentrasi, perlu ada ruang privasi. Setelah pembangunan suasana terbentuk, kita perlu menumbuhkan sikap-sikap sewaktu membaca. Pertama, sabar. Dengan sumber bacaan yang sophisticated (njelimet), dengan bahasa yang susah dimengerti. Bacaan-bacaan seperti ini perlu kesabaran yang tinggi.
Kedua, telaten. Meskipun sudah beberapa kali kita membacanya, namun tetap tidak mengerti, sebaiknya kita coba terus baca dan baca sampai kita kuasai maksud dari buku tersebut. Ketiga, tekun. Ini meerupakan syarat kunci untuk meraih apapun. Termasuk dalam membaca buku. Keempat, gigih. Maksud dari gigih ini ialah, rasa ingin tahu dan menganggap kalau buku tersebut merupakan lawan yang harus kita hadapi dengan penuh keberanian. Kelima, sungguh-sungguh. Walaupun kita ingin bisa menguasai materi dalam buku, tetapi kita tidak bersungguh-sungguh, otomatis kesusahan, lama memahami akan selalu menyertainya.
Tadi dijelaskan mengenai syarat dan keuntungan membaca. Untuk mempermudah dalam membaca, ada tujuh kiat membiasakan diri membaca secara efektif. Pertama, membaca adalah memahami. Ketika kita membaca, jangan asal dibaca. Melainkan dicari maksud dan pesan dari isi buku tersebut. Kedua, membaca adalah memaknai. Setiap penulis pasti memiliki tujuan dan makna yang terkandung di dalam buku berbeda-beda. Sehabis membaca, kita harus bisa mengidentifikasi masalah, maksud, dan solusi yang diberikan oleh buku dan kitab-kitab.
Ketiga, membaca adalah memperluas wawasan dan memperkaya perspektif. Timbulkan perasaan bahwa dengan membaca kita akan memperkaya diri dengan informasi dan pengetahuan. Keempat, kecintaan membaca merupakan kecintaan belajar. Hilangkan anggapan bahwa membaca itu khusus untuk para pelajar, mahasiswa, pendidik dan lain sebagainya. Karena membaca kebutuhan kita semua.
Kelima, kita harus gemar membaca agar dapat membaca dengan baik. Seribu atau macam-macam kiat untuk meningkatkan membaca yang efektif kita kuasai. Namun miskin untuk mempraktikkannya, maka hasilnya pun akan nol besar. Jadi biasakanlah membaca dengan buku ataupun kitab apapun yang kita senangi.
Keenam, membaca dengan baik sama dengan menyantap ‘makanan ruhani’ secara teratur, sebagaimana kita melakukan sarapan pagi, makan siang, diselingi ‘ngemil’ di sore hari, dan akhirnya makan malam. Biasakanlah membaca dengan waktu dan tempat menurut kita enak. Ketujuh, membaca adalah aktivitas terpenting sepanjang hayat, lebih-lebih lagi di era internet yang sarat percepatan dan perubahan seperti saat ini. Semakin berkembangnya zaman, perlu dengan kekuatan mental dan spiritual untuk mengapresiasinya. Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik sebagai tindakan preparasinya adalah membaca.
Kecintaan kita terhadap belajar bukan hanya membaca, tapi kita perlu menuangkan hasil dari bacaan kita untuk merumuskan ide-ide baru. Oleh karena itu, kita perlu menulis dalam bentuk apapun. Untuk mempermudah ketika kita menulis, ada sedikitnya tujuh kiat membiasakan diri menulis dengan efektif.
Pertama, menulis adalah mem­bebaskan diri.
Kedua, menulis adalah mengekspresikan diri.
Ketiga, menulis adalah menemukan diri.
Keempat, milikilah catatan harian.
Kelima, kebiasaan menulis adalah kecintaan ”mengikat” ilmu.
Keenam, membacalah buku dan kitab serta literature klasik sebanyak-banyaknya.
Ketujuh, menulis adalah aktivitas intelektual-praktis yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan amat berguna untuk mengukur sudah seberapa tinggi pertumbuhan ruhani seseorang.
Dari beberapa kiat tentang meningkatkan membaca dan menulis, ada suatu kiat yang itu bisa melingkupi kedua kiat di atas, ialah membaca kita jadikan suatu hobi. Karena ketika sudah membaca dengan dilandasi sesuatu yang mengasyikkan dan dijadikan hobi. Dalam kondisi apapun kita akan berusaha untuk memenuhi tuntutan dari hobi kita. Seperti halnya kita yang hobi nonton film, sepakbola, bola basket, dan lain sebagainya.***
Disusun oleh :JALALUDDIN AL-ABBASY

SYARAHAN MAULID RASULULLAH

السلام عليكم ورحمة الله و بركا ته
الحمد لله اللذي جعل لنا اليه طريقا و سبيلا وأقام لنا علي معرفته برهانا واضحا و دليلا و بعث الينا محمد بن عبد الله معلما و رسولا.و صلي الله عليه و علي اله و أصحابه بكرة و أصيلا أمابعد

Segala puji kita pajatkan keharibaan Allah Swt yang telah memlimpahkan bermacam-macam rahmat dan nikmat kepada kita sehingga berkat Qudrah dan iradahnyalah kita berkumpul pada tempat yang sangat bahagia guna memperingati hari lahirnya junjungan alam Muhammad Saw.
Selawat beserta salam sama-sama kita sanjung-sajikan kepangkuan seorang ahli pikir namun tidak lupa pikir dan kepada seorang panglima namun tidak lupa yang lima beliaulah baginda rasulullah Saw yang telah merubah pola piker manusia dari lembah pemikir jahiliah kedaratan yang penuh dengan nilai-nilai islamiah dan yang mana beliau telah mencerahkan dunia yang dulunya sarat dengan budaya jahiliah sehingga manusia mendapat pencerahan yang hakiki yaitu hidup yang berpedoman al-qur’an dan hadist yang selalu membinbig manusia kejalan yang benar.
Selawat dan salam tidak lupa pula kita panjatkan kepada para alim ulama yang mana mereka merupakan warasatul anbiya pewaris para nabi-nabi, yang masih selalu meneruskan perjuangan rasulullah Saw, meskipun dicaci, dimaki dan dicemo’ohkan akan tetapi mereka tetap tegar memperjuangkan kebenaran sebagaimana yang dicontohkan rasulullah Saw.
Yang kami muliakan para guru-guru kami yang selalu menbimbing kami dengan penuh rasa ikhlas demi masa depan kami dalam mengarungi dunia yang fana ini, dan yang kami hormati kaum muslimin dan muslimat yang berhadir di tempat yang sangat sederhana ini ini semua karena adanya ma’unah Allah Swt.
Dalam kesempatan yang sangat singkat ini izinkanlah saya untuk memaparkan satu syarahan singkat yang tema:






Muhammad adalah uswatun hasanah ummat manusia
(suri tauladan ummat manusia)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Allah berfirman yang artinya ‘’ kami tidak mengutuskanMu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi sekalian alam. Dalam hal ini kita sekarang berada dalam bulan rabiul awal yang mana dalam bulan ini dilahirkan baginda Rasulullah Saw bertepatan pada tanggal12 rabiul awal bertepatan pada hari senin yang menjadi rahmat bagi sekalian alam, pada umumnya ummat Islam selalu menperingati kelahiran tersebut yang bertujuan mengenang perjuangan rasulullah sebagai spirit bagi kita dalam menegakkan Kilamatul Hak Laailaaha Illallah Muhammadarrasulullah, dalam memperingati kelahiran baginda Rasulullah Saw seyogianya kita mengenang kembali perjuangan Rasulullah yang selalu mengalahi rintanggan dan hanbatan akan tetapi beliau selalu mengadu kepada Allah Swt agar selalu diberikan ketabahan hati dan kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan dalam menggapai keridhaan Allah Swt.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Rasulullah Saw sebagai panutan umat sedunia yang menjadi suri tauladan bagi semua dialah yang bersifat siddiq, amanah, tablig, dan fatanah dengan sifat inilah beliau disayangi kawan dan disegani lawan,beliau selalu berbicara dengan lemah-lembut dan penuh sopan santun dan beliau selalu bijaksana dalam bertindak. Maka mulai sekarang kalau merasa bahwa diri kita pengikut Muhammad, cobalah kita buang jauh-jauh budaya kafir dan kebiasaan orang jahililiyyah yang tidak pernah dilakukan Rasulullah Saw. Kita harus merasa bangga kerena kita merupakan umat muhammad yang akan mendapat syufa’at diyaumil masyar.

Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahima kumullah
Kita sebagai kaum muslimin dan muslimat harus benar-benar mengikuti jejak Rasulullah Saw dalam segala hal, dan berakhlak sebagimana akhlak Rasulullah Saw, oleh karena itu marilah kita membenah dirikita agar menjadi muslim-mulimat yang sejati yang menjujung tinggi perintah Allah dan Rasulnya, dan harus diketahui bahwa diutusnya rasul kepermukaan bumi ini hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia(liuatammimal makarimal akhlak). Sekarang coba kita Tanya pada pribadi kita masing-masing apakah kita sudah berakhlak sebagaimana akhlak Rasulullah Saw?, kalau sudah alhamdulillah dan kalau tidak mulai detik ini marilah sama-sama kita ulang kembali perjuangan Rasulullah guna untuk mencapai keridhaan Allah Swt.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Dari segenap uraian diatas dapat kita memetik bebera kesimpulan yang pertama dalam memperingati malid nabi besar Mumammad Saw marikita mengenang perjuangan rasulullah agar kita selalu tabah dan bersabar dalam mejalankan perintah Allah Saw. Yang kedua marilah kita sama-sama membenah diri kita dalam menuju menjadi muslim yang sejati yang berbasis akhlakul karimah. Yang ketiga marilah kita sama-sama meneladani Rasulullah Saw dalam segala hal yang bernilai siddiq, amanah, tablig dan fatanah agar disenangi kawan dan disegani lawan

Hanya sekian dan demikianlah syarahan singkat pada kesempatan yang sangat berbahagia ini, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita semua, kalau ada sumur diladang boleh saya menumpang manumpang mandi, kalau ada umur saya panjang pada kesempatan yang akan dating kita akan berjumpa kembali,

Wabillahi taufiq wal hidayah saya akhiri
wassaalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Oleh: Tgk.Jalaluddin Al-‘Abbasy

FIQH HAJI

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله الذى جعل كلمة التوحيد لعباده حرزا وحصنا وجعل البيت العتيق مثابتة للناس وأمنا وأكرمه بالنسبة الى نفسه تشريفا وتحصيناومنا وجعل زيارته والطواف به حجابا بين العبد وبين العذاب ومجنا والصلاة على محمد نبى الرحمة وسيد الأمة وعلى آله وصحبه قادة الحق وسادة الخلق وسلم تسليما كثيرا
أمابعد
Haji merupakan rukun Islam yang terakhir berdasarkan Hadits Nabi Saw dan juga pendapat Ulama yang mengatakan Puasa lebih utama darinya. Ia juga ajaran Nabi-nabi yang terdahulu, menurut sebuah riwayat, Nabi Adam a.s melakukan haji berangkat dari India menuju ke Ka`bah berjalan kaki sebanyak 40 kali. Jibril mengkhabari Nabi Adam bahwa para malaikat telah melakukan tawaf 7000 tahun sebelumnya.
Dalam Islam (ummat Rasulullah Muhammad saw) haji diwajibkan pada tahun ke enam hijriyah ada juga yang berpendapat pada tahun ke lima hijriyah. Rasulullah sangat banyak melakukan haji (ibadah dalam bentuk haji, Ibnu Hajar) sebelum kenabian dan sebelum hijrah. Sesudah hijrah hanya haji wida` saja yang sempat beliau kerjakan.
Haji menurut pengertian Syara` ialah mengunjungi ka`bah untuk mengerjakan sebuah ibadah yang telah ditetapkan ketentuan-ketentuannya demi memenuhi titah Allah swt dan mengharap ridha-Nya. Haji ke Baitullah setiap tahun adalah fardhu kifayah bagi ummat Islam seluruhnya. Wajib bagi setiap muslim yang terpenuhi olehnya syarat-syarat wajibnya haji sekali seumur hidupnya. Lebih dari sekali adalah sunnat hukumnya. Haji merupakan salah satu rukun Islam. Ia merupakan jihad bagi wanita muslimah, berdasarkan sebuah Hadits :
عن عائشة رضى الله عنها قالت : يا رسول الله هل على النساء جهاد ؟ قال : نعم، عليهن جهاد لاقتال فيه الحج والعمرة (رواه الإمام أحمد وابن ماجه بإسناد صحيح)
“Dari Aisyah r.a bahwasanya ia berkata ; “Wahai Rasulullah, wajibkah wanita berjihad?” Rasulullah menjawab “Ya, wajib bagi wanita suatu jihad yang tidak ada peperangan padanya, yaitu Haji dan Umrah”
Haji mempunyai syarat-syarat umum bagi laki-laki maupun perempuan, yaitu Islam, baligh, berakal dan kemampuan di sisi bekal dan harta. Syarat khusus bagi wanita adalah adanya suami walau fasiq, karena seorang suami dalam kefasiqannya mempunyai rasa cemburu terhadap isterinya atas perbuatan yang hina atau adanya mahram (laki-laki yang haram mengawininya) baik mahram nasab seperti bapak, anak dan saudara laki-lakinya, atau mahram ridha` (sesusuan) maupun mahram mushaharah (perkawinan) seperti bapak suaminya, anak laki-laki suaminya atau suami ibunya walaupun mahram ini fasiq, karena dasar yang telah terdapat pada suami.
Jika tidak ada laki-laki yang telah tersebut di atas maka disyaratkan adanya tiga orang maka lebih banyak dari golongan wanita balighah terpercaya keadilannya walaupun seorang hamba sahaya. Wanita balighah yang menjadi temannya tidak disyaratkan mempunyai mahram. Seorang wanita wajib membayar upah standar jika mereka (suami, mahram atau wanita yang adil) tidak berpergian kecuali untuk menemaninya berhaji, ia tidak boleh memaksa mahramnya atau suaminya untuk menemaninya kecuali jika suami telah membatalkan hajinya dan wajib haji isterinya terhadapnya, maka suami harus menemani isterinya untuk berhaji tanpa ada upah.
Jika tidak ada orang yang tersebut di atas maka tidak wajib bagi seorang wanita berhaji dan tidak wajib diqadhakan hajinya dari harta peninggalannya.

RUKUN HAJI
Rukun haji adalah amalan yang harus dikerjakan dalam haji, jika salah satu rukun haji ditinggalkan maka haji tersebut tidak sah dan haji yang batal tersebut hukumnya wajib diqadha. Meninggalkan salah satu rukun haji tidaklah boleh diganti dengan Dam (denda karena malakukan larangan haji) berbeda dengan meninggalkan wajib haji. Rukun-rukun haji adalah :
1. Ihram
Ihram merupakan rukun yang pertama yang wajib dilaksanakan oleh jama`ah haji, ihram ini ibarat takbiratul ihram dalam sembahyag. Berarti bila ia telah berihram maka wajib baginya menunaikan seluruh apa yang menjadi rukun dan wajib haji dan menjauhi seluruh larangan-larangannya. Ihram adalah berniat mengerjakan haji. Disunatkan melafadhkannya (mengucap dengan lisan) dan talbiyah. Lafadhnya adalah ;
نويت الحج وأحرمت به لله تعالى لبيك اللهم لبيك لاشريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لاشريك لك
2. Wukuf di `Arafah
Wukuf di `Arafah adalah berada sejenak di padang Arafah walau dalam keadaan tertidur, dalam perjalanan mencari sesuatu, tidak tahu sudah sampai di tempat `Arafah atau tidak tahu sudah sampai waktu untuk berwukuf. Syaratnya adalah seorang muslim harus ahliyah ibadah (orang yang dianggap sah ibadahnya), karena itu tidak sah wukuf orang yang pitam, mabuk secara sengaja atau bukan dan gila. Waktunya mulai dari tergelincir matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah. Jika seseorang meninggalkan tempat wukuf sebelum terbenam matahari disunatkan baginya menyembelih seekor kambing. Tempat wukuf yang afdhal untuk perempuan adalah pinggiran tempat wukuf, jika tidak dikhawatirkan adanya bahaya.
Ø Wanita boleh berwukuf dalam keadaan berhaidh, karena suci bukanlah salah satu syarat wukuf.

3. Tawaf Ifadah
Syarat tawaf
a. Suci dari hadats kecil dan besar
b. Suci badan, pakaian dan tempat dari najis
c. Menutup aurat
d. Berniat
e. Tawaf dilakukan di dalam mesjid
f. Di mulai dari hajar aswad dan disudahi di hajar aswad pula
g. Mengirikan ka`bah
h. Di Hijr Ismail dan dinding di atas Syazarwan (diding tempelan yang rendah melekat di ka`bah atau bagian bawah kaki ka`bah). Semua bangunan tersebut tidak boleh disentuh saat bertawaf, karena ia akan membatalkan putaran yang sedang dilakukan. Jika tersentuh maka untuk putaran tersebut wajib diulangi lagi.
i. Putaran dilakukan dengan sengaja, karena itu bila ia terbawa karena desakan maka ia harus mundur ke tempat semula ia terdesak.
j. Tidak ada tujuan lain, maka jika sesorang perempuan mempercepat langkahnya dengan tujuan agar tidak tersentuh laki-laki atau sebaliknya tidak diperhitungkan langkah yang telah ia lewati sebagai tawaf.
Ø Disunatkan melakukan shalat sunat tawaf sesudah tawaf
Ø Disunatkan tawaf dengan berjalan kaki jika tidak ada kesulitan
Ø Disunatkan berniat
Ø Tidak ada batasan khusus untuk waktu tawaf, namun dimakruhkan menundanya hingga hari raya apalagi jika sampai hari tasyrik
Ø Perempuan disunatkan melakukan tawaf jauh dari ka`bah
Ø Perempuan disunatkan Istilam (mengusap Hajar Aswad) ketika tidak ada Ajnabi (lelaki yang halal menikahinya) di tempat tawaf, jika ada Ajnabi maka tidak disunatkan Istilam tersebut.
Ø Perempuan tidak disunatkan Ramal (lari-lari kecil) dan Ishtiba` (mengepit kain selendang dengan ketiak kanan dan mengyelendangkannya ke atas bahu kiri) ketika tawaf.
Ø Sunat bagi perempuan menyegerakan tawaf Ifadhah, jika mereka takut didahului oleh datangnya haid dan sempit waktu.
Ø Disunatkan mengerjakan tawaf pada waktu malam jika ia cantik atau mulia (tidak menampakkan diri kepada laki-laki).

4. Sa`i
Sa`i adalah berjalan antara Safa (kaki bukit Abi Qubais) dan Marwah sebanyak 7 kali dimulai dari safa. Perhitungannya adalah mulai dari safa 1 kali dan kembali dari Marwah 1 kali hingga akhirnya (kali ke-7) dari safa. Tempat sa`i adalah di dasar lembah dan waktu melakukan sa`i adalah sesudah tawaf ifahdah atau jika belum berwuquf boleh melaksanakannya sesudah tawaf qudum dan ini terlebih afdhal serta tidak perlu lagi mengulanginya setelah tawaf ifadhah, bahkan hukumnya makruh. Jika telah terlebih dahulu berwukuf maka sa`i harus dilaksanakan setelah tawaf ifadhah, jika bukan demikian maka tidaklah sah sa`inya. Andai seorang jama`ah haji datang dari `arafah menuju ke Mekkah (Mesjidil Haram) sebelum perpertengahan malam disunatkan baginya tawaf qudum dan tidak boleh melakukan sa`i sesudahnya, namun sa`i hanya boleh di lakukan setelah tawaf ifadhah.
Ø Disunatkan bagi perempuan mendaki safa dan Marwah jika tidak ada Ajnabi atau jika ragu bila tidak mendaki, namun sekarang batasan keduanya tidak perlu diragukan lagi karena sudah pasti.
Ø Disunatkan terhadap perempuan berjalan seperti biasa dalam seluruh perjalanannya, walau dalam keadaan sunyi (tidak ada Ajnabi) atau malam hari.
Ø Perempuan tidak disunatkan Ramal (lari-lari kecil) dan Ishtiba` (mengepit kain selendang dengan ketiak kanan dan mengyelendangkannya ke atas bahu kiri) ketika sa`i.
Ø Disunatkan mengerjakan sa`i pada waktu malam jika ia cantik atau mulia (tidak menampakkan diri kepada laki-laki).
Ø Tidak ada batasan khusus untuk waktu sa`i, namun dimakruhkan menundanya hingga hari raya apalagi jika sampai hari tasyrik

5. Menghilangkan rambut
Paling kurang tiga helai rambut kepala harus dihilangkan untuk sahnya menghilangkan rambut kepala. Untuk perempuan lebih baik menghilangkan rambut dengan cara menggunting sepanjang satu ruas jari. Tidak ada batasan khusus untuk waktu menghilangkan rambut, namun dimakruhkan menundanya hingga hari raya apalagi jika sampai hari tasyrik

6. Tertib pada sebagian rukunnya
Susunan tertib rukun haji adalah :
1. Ihram di dahulukan dari seluruh rukun yang lain
2. Wukuf di dahulukan dari tawaf rukun (ifadhah) dan menghilangkan rambut
3. Tawaf di dahulukan dari sa`i, jika belum melakukan sa`i sesudah tawaf qudum
Rukun umrah adalah rukun haji kecuali wuquf di `Arafah dan wajib tertib menurut susunan, menunda menghilangkan rambut hingga setelah bersa`i, pada seluruh rukunnya.






WAJIB HAJI

Wajib haji adalah perbuatan yang apabila ditinggalkan harus membayar dam, wajib haji adalah ;
1. Ihram di miqat makani
Miqat Makani (tempat ihram) untuk jama`ah haji indonesia gelombang pertama (yang terlebih dahulu menuju ke Madinah) adalah Dzul Hulaifah atau Bir Ali, sedangkan untuk gelombang terakhir (yang langsung menuju ke Mekkah) adalah Jeddah (Bandara King Abdul Aziz). Asal miqat makani bagi jama`ah yang datang dari Tihamah adalah Yalamlam. Karena jauh antara Yalamlam dan Jeddah sama-sama 2 marhalah dan letaknya juga sejajar dengan Yalamlam maka boleh bagi jama`ah gelombang kedua berihram di Jeddah. Apabila seorang jama`ah tidak berihram dengan sengaja atau tidak pada tempat yang telah ditentukan maka ia harus kembali ke miqat tersebut atau tempat lain yang sama jaraknya dengan miqat untuk berihram, jika ia tidak kembali maka ia harus membayar dam satu ekor kambing. Waktu ihram (Miqat Zamani) untuk haji adalah mulai satu Syawwal sampai terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah. Jika seseorang berihram pada selain bulan tersebut maka ihramnya menjadi ihram umrah (diperhitungkan ihram haji tersebut menjadi ihram umrah).
Ø Wanita boleh berihram dalam keadaan berhaidh, karena suci bukanlah salah satu syarat ihram.

2. Mabit di Muzdalifah
Mabit di Muzdalifah maksudnya adalah berada di Muzdalifah pada pertengahan kedua dari malam nahar (lebaran) setelah wuquf di `Arafah. Tidak disyaratkan berhenti di sana atau mengetahui bahwa tempat tersebut adalah Muzdalifah, namun dianggap sah mabitnya walau hanya melaluinya saja atau berada di sana dalam keadaan tertidur atau berada disana untuk kepentingan lainnya.
Jika seorang jama`ah tidak berada di sana pada waktu tersebut atau berada di sana dan berangkat meninggalkannya sebelum pertengahan kedua malam dan ia tidak kembali lagi sebelum fajar maka ia harus membayar dam. Namun demikian jika ia meninggalkannya karena rasa takut atau sampai di `Arafah pada malam nahar atau penuh kesibukannya dengan wukuf atau berangkat dari `Arafah langsung menuju ke Mekkah untuk melaksanakan tawaf rukun karena itu ia tidak sempat bermabit di Muzdalifah maka tidak perlu baginya membayar dam.
Ø Di sunatkan terhadap wanita jika tidak ada fitnah dan orang yang lemah sesudah pertengahan kedua untuk berangkat menuju ke Mina.
Ø Di Muzdalifah para jama`ah memilih kerikil untuk melontar jamarah pada ke esokan harinya.

3. Mabit di Mina
Maksud mabit di Mina adalah berada di Mina pada sebagian besar waktu malam (lebih dari ½ malam) ke sebelas, duabelas dan ke tiga belas. Namun jika ia berangkat sebelum terbenam matahari hari ke dua dan melempar jamarah pada siang harinya maka hukumnya adalah boleh dan ia tidak perlu lagi bermabit pada malam ke tiga serta tidak perlu membayar dam. Melontar Jamarah
a. Jamarah `Aqabah. Jamarah ini dilontar setelah perpertengahan kedua malam nahar, waktu yang afdhal untuk melontar jamarah ini adalah setelah tergelincir matahari pada hari nahar dengan 7 biji batu atau yang dinamakan batu, seperti permata, batu cincin dan lain sebagainya.
b. Jamarah tiga hari tasyrik, setiap satu hari dari tiga hari tasyrik dilempar tiga jamarah, setiap jamarah 7 biji batu. Wajib terlebih dahulu melempar untuk hari pertama, kemudian untuk jamarah pertama dan selanjutnya ke dua dan ke tiga. Tidak boleh seorang jama`ah melempar jamarah orang lain sebelum ia melempar jamarah dirinya. Tidak boleh memalingkan niat dari nusuk dalam pelemparan jamarah. Bila telah berangkat dari mina setelah melempar jamarah hari kedua maka ia tidak perlu lagi melempar untuk hari ketiga. Jika tidak sempat melempar pada suatu hari, maka ia melemparkannya pada hari berikutnya, jika tidak ia harus membayar dam

4. Tawaf Wida`
Apabila seorang jama`ah ingin keluar dari kota Mekkah setelah selesai mengerjakan seluruh rukun haji, maka ia melakukan tawaf wida` (perpisahan), ia tidak boleh menetap di Mekkah setelah melakukan tawaf wida` tersebut, jika ia menetap setelah melaksanakannya ia wajib mengulanginya kembali. Jika seorang jama`ah keluar dari kota Mekkah tanpa melakukan tawaf wida` sudah melewati batas musafah qashar (batasan yang boleh mengqashar sembahyang) atau belum melewati musafah qashar namun ia tidak kembali ke Mesjidil Haram untuk melakukan tawaf wida` atau ia telah melakukan tawaf wida` namun masih menetap di Mekkah setelah melaksanakannya dan tidak mengulanginya kembali atau meninggalkan satu kali putaran maka ia wajib membayar Dam kamil (satu ekor kambing atau biri-biri), kecuali wanita yang berhaidh, boleh baginya keluar dari kota Mekkah tanpa melakukan tawaf wida`. Jika wanita tersebut suci (habis masa haidh) dan ia masih berada dalam daerah yang terdapat bangunan-bangunan kota Mekkah maka wajib baginya tawaf wida`, kecuali jika ia telah berada pada tempat yang tidak terdapat lagi bangunan-bangunan kota Mekkah walaupun masih dalam daerah Tanah Haram maka tidak wajib baginya tawaf wida`.

LARANGAN DALAM IHRAM
1. Menutup muka dan memakai sarung tangan, kecuali jika berhajat seperti karena sangat dingin atau sangat panas. Boleh bagi perempuan memakai pakaian yang berjahit.
2. Memakai wangi-wangian pada pakaian atau badan dan minyak rambut di kepala atau jenggot. Dimakruhkan mandi memakai sabun mandi dan shampo yang berfungsi untuk membersihkan.
3. Menghilangkan bulu/rambut dengan mencukur atau lainnya dan mengerat kuku tangan atau kaki kecuali karena uzur. Dam untuk sehalai rambut atau satu kuku adalah satu mud makanan, dua helai atau dua kuku adalah dua mud dan untuk tiga helai maka lebih adalah dam kamil (satu ekor kambing)
4. Bersenggama dan pendahuluannya sebelum tahallul kedua. Maksud bersenggama di sini adalah mengeluarkan mani dengan cara apapun. Jima` atau bersenggama dapat membatalkan haji jika terjadi sebelum tahallul pertama dan ia harus membayar denda se ekor unta. Dalam keadaan tidak sah haji atau umrahnya ia wajib menyempurnakan seluruh rukun-rukunnya dan mengkadhanya sesegara mungkin sekalipun hajinya haji sunat karena dalam masalah haji jika telah berihram wajib menyempurnakan seluruh kewajibannya, berbeda dengan ibadah sunat yang lain dimana dengan membatalkannya berarti keluar dari ibadah tersebut.
5. Memakan binatang buruan darat.
6. Berburu binatang darat dan mencabut kayu atau memotong ranting kayu dalam tanah Haram Mekkah, Madinah maupun di lembah Thaif.
7. Jika dilanggar hal yang telah tersebut di atas maka wajib membayar dam dengan menyembelih kambing dan dibagikan ke fakir miskin Mekkah, jika tidak mampu maka puasa 7 hari di Mekkah dan 3 hari dikampung halaman.

TATA CARA PELAKSANAAN HAJI
HAJI IFRAD
Haji Ifrad adalah tata cara pelaksanaan haji yang paling afdhal, tata cara pelaksanaannya adalah berihram untuk haji kemudian sesudah melaksanakan seluruh amalan haji berihram untuk umrah ;
1. Mandi untuk berihram, jika tidak mampu maka hendaklah ia bertayamum
2. Memakai wangi-wangian pada badan dan pakaian untuk berihram, khusus untuk wanita disunatkan mewarnai tangan (dari ujung jari hingga pergelangan tangan) dengan inai (daun pacar) untuk berihram
3. Memakai pakaian ihram, disunatkan yang putih bersih.
4. Shalat sunat dua raka`at untuk ihram
5. Berihram untuk haji (dengan hati dan disunatkan mengucapkan dengan lisan) di miqat (Dzulhulaifah/Bir Ali untuk gelombang pertama, Jeddah untuk gelombang kedua)
6. Membaca talbiyah dengan suara yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri. Jika melihat sesuatu yang menakjubkannya disunatkan membaca
لبيك ان العيش عيش الآخرة
7. Membaca Shalawat dan Salam selesai talbiyah (talbiyah 3 x Shalawat dan Salam 3 x) dan juga memohon syurga, keridhaan-Nya dan mohon perlindungan dari api neraka.
8. Jama`ah yang datang dari Madinah bermalam di Dzu Thuwa kemudian shalat subuh lalu mandi untuk memasuki Mekkah. Bagi jama`ah selain dari Madinah mandi untuk masuk kota Mekkah dari tempat yang jauhnya sama dengan jauh Dzu Thuwa ke Mekkah
9. Masuk kota Mekkah pada siang harinya melalui Tsaniyah Kadak/`Ulya dan keluar dari Mekkah melalui Tsaniyah Kudan/Sufla.
10. Jika ia melihat Ka`bah maka disunatkan membaca
اللهم زد هذا البيت تشريفا وتعظيما وتكريما ومهابة وزد من شرفه وعظمه ممن حجه او اعتمره تشريفا وتعظيما وتكريما وبرا , اللهم أنت السلام ومنك السلام فحينا ربنا بالسلام
11. Kemudian ia memasuki Mesjidilharam melalui pintu Bani Syaibah yang sekarang dikenal dengan Babu as-Salam (pintu yang bertentangan dengan Hajar Aswad dan pintu Ka`bah)
12. Mengerjakan tawaf Qudum
13. Mencium Hajar Aswad sesudah melaksanakan tawaf dan shalat sunat tawaf
14. Keluar dari mesjid melalui pintu Safa untuk mengerjakan Sa`i
15. Ke esokan paginya setelah shalat Subuh berangkat menuju padang `Arafah. Dhuhur dan Ashar dikerjakan di `Arafah
16. Apabila matahari terbenam para jama`ah menuju ke Muzdalifah, shalat Maghrib ditakkhirkan berserta Isya dikerjakan di Muzdalifah
17. Sesudah shalat Subuh berjama`ah dan mandi di Muzdalifah, jama`ah berangkat menuju Mina, bagi perempuan berangkat ke Mina setelah pertengahan malam jika tidak ada kemudharatan.
18. Sesampainya di Masy`ar (ujung gunung yang kecil di kaki bukit Muzdalifah) berhenti sejenak dan berdoa sampai nampak matahari kekuning-kunigan. Lalu berangkat menuju ke Mina.
19. Sesampai di Mina melempar Jamarah `Aqabah, berhenti bertalbiyah ketika mulai melempar dan menggantikannya dengan bertakbir pada setiap biji batu yang dilempar.
20. Barang siapa yang hendak menyembelih Qurban maka hendaknya ia lakukan sekarang
21. Menggunting rambut seperti yang telah dijelaskan diatas
22. Kembali ke Mekkah untuk melakukan Tawaf rukun (Ifadhah)
23. Kembali lagi ke Mina untuk bermalam di Mina dan melempar Jamarah pada tiga hari tasyrik, setiap hari tiga jamarah, setiap jamrah dengan 7 batu kerikil. Waktu melempar ketika tergelincir matahari, sebaiknya jamarah dilakukan sebelum melaksanakan shalat dhuhur, hingga terbenam matahari.
24. Berihram untuk Umrah, selanjutnya mengerjakan seluruh kewajiban-kewajiban umrah.
Sekialas pandangan dalam masalah haji atau fiq haji yang mana dengan demikian dapat menjadikan segala kelakuan dan praktek haji kita memenuhi nilai-nilai standar semoga dapat membawa kita kepada amalan yang kamil yang penuh kesempurnaan dalam menggapai ,mardhatillah.
Dalam hal ini penulis mengharapkan adanya kritikan dan penambahan dalam tulisan ini hal dilatarbelakangi oleh keterbatasan ilmu peulis dalam hal keagamaan wallahu 'alam bisshawab

SEKILAS SEUJARAH ACEH

SEJARAH ACEH
Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur pada masanya. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh di zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga Perak.
Kesultanan Aceh juga merupakan kesinambungan Kesultanan Samudera Pasai yang jatuh ketika Abad ke-14. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dan ibu negerinya ialah Banda Aceh atau Kutaraja. Kerajaan ini banyak menyumbang kepada tamadun Melayu menerusi sistem pendidikan ketenteraanya, kegigihannya menetang bangsa Eropa, sistem kerajaannya yang teratur, dan juga mewujudkan pusat penyebaran ilmu.
Kesultanan Aceh diasaskan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496. Ketika pemerintahan beliau, negeri Aceh berkembang sehingga ke Daya, Pedir, Pasai dan Aru. Beliau kemudiannya digantikan oleh Sultan Salahudin yang memerintah dari 1528 hingga 1537. Sultan Salahudin kemudianya digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang meneruskan pemerintahan Aceh hingga 1568.
Puncak kejayaan pemerintahan Aceh ialah ketika zaman Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636). Ketika zaman beliau, Aceh berjaya melemahkan Portugis di Melaka dan meluaskan pengaruhnya di Sumatera dan Semenanjung Melayu. Selain itu, Aceh juga turut mengadakan hubungan diplomasi dengan negeri-negeri di sekitar Lautan Hindi dan juga berjaya mendominasi perdagangan di Selat Melaka.
Sultan Iskandar Muda yang menikah dengan seorang Puteri dari Kesultanan Pahang. Puteri ini dikenal dengan nama Putroe Phang. Konon, karena terlalu cintanya sang Sultan dengan Isterinya, Sultan memerintahkan pembangunan Gunongan di tengah Medan Khayali (Taman Istana) sebagai muzeum cintanya. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit. Oleh kerananya Sultan membangun Gunongan untuk mengobati rindu sang puteri. Hingga saat ini Gunongan masih dapat disaksikan dan dikunjungi.
Pada abad ke-16, Ratu Inggeris yang paling berjaya Elizabeth I sang Perawan, mengirim utusannya bernama Sir James Lancester kepada Kerajaan Aceh dan pula mengirim surat bertujuan "Kepada Saudara Hamba, Raja Aceh Darussalam." serta seperangkat perhiasan yang tinggi nilainya. Sultan Aceh kala itu menerima maksud baik "saudarinya" di Inggeris dan mengizinkan Inggris untuk berlabuh dan berdagang di wilayah kekuasaan Aceh. Bahkan Sultan Iskandar Muda juga mengirim hadiah-hadiah yang amat berharga termasuk sepasang gelang dari batu rubi dan surat yang ditulis diatas kertas yang halus dengan tinta emas. Sir James pun dianugerahi gelar "Orang Kaya Putih". Hubungan yang misra antara Aceh dan Inggeris dilanjutkan pada masa Raja James I dari Inggris dan Scotlandia. Raja James mengirim sebuah meriam sebagai hadiah untuk Sultan Aceh. Meriam tersebut hingga kini masih terawat dan dikenal dengan nama Meriam Raja James.
Selain Kerajaan Inggeris, Pangeran Maurits yang merupakan pendiri dinasti Oranye juga pernah mengirim surat dengan maksud meminta bantuan Kesultanan Aceh Darussalam. Sultan Iskandar Muda menyambut maksud baik mereka dengan mengirimkan rombongan utusannya ke Belanda. Rombongan tersebut dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid. Rombongan inilah yang dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang singgah di Belanda. Dalam kunjungannya Tuanku Abdul Hamid sakit dan akhirnya meninggal dunia. Beliau dimakamkan secara besar-besaran di Belanda dengan dihadiri oleh para pembesar-pembesar Belanda pada masa itu. Namun karena orang Belanda belum pernah memakamkan orang Islam, maka beliau dimakamkan dengan cara agama nasrani di pekarangan sebuah Gereja. Kini di makam beliau terdapat sebuah prasasti yang diresmikan oleh Pangeran Bernard suami mendiang Ratu Juliana dan Ayahanda Yang Maha Mulia Ratu Beatrix.
Pada masa Sultan Iskandar muda, Kerajaan Aceh mengirim utusannya untuk menghadap sultan Empayar Turki Uthmaniyyah yang berkedudukan di Konstantinompel. Kerana saat itu, sultan Turki Uthmaniyyah sedang gering maka utusan kerajaan Aceh terluntang-lantung demikian lamanya sehingga mereka harus menjual sedikit demi sedikit hadiah persembahan untuk kelangsungan hidup mereka. Lalu pada akhirnya ketika mereka diterima oleh sang Sultan, persembahan mereka hanya tinggal Lada Sicupak atau Lada sekarung. Namun sang Sultan menyambut baik hadiah itu dan mengirimkan sebuah meriam dan beberapa orang yang pintar dalam ilmu perang untuk membantu kerajaan Aceh. Meriam tersebut pula masih ada hingga kini dikenal dengan nama Meriam Lada Sicupak. Pada masa selanjutnya sultan Turki Uthmaniyyah mengirimkan sebuah bintang jasa kepada Sultan Aceh.
Kerajaan Aceh pula menerima kunjungan utusan Raja Perancis. Utusan Raja Perancis tersebut semula bermaksud menghadiahkan sebuah cermin yang amat berharga bagi Sultan Aceh. Namun dalam perjalanan cermin tersebut pecah. Akhirnya mereka mempersembahkan seripah cermin tersebut sebagai hadiah bagi sang Sultan. Dalam bukunya Danis Lombard mengatakan bahwa Sultan Iskanda Muda amat menggemari benda-benda berharga. Pada masa itu, Kerajaan Aceh merupakan satu-satunya kerajaan melayu yang memiliki Bale Ceureumin atau Hall of Mirror di dalam Istananya. Menurut Utusan Perancis tersebut, Istana Kesultanan Aceh luasnya tak kurang dari 2 kilometer. Istana tersebut bernama Istana Dalam Darud Dunya. Didalamnya meliputi Medan Khayali dan medan Khaerani yang mampu menampung 300 ekor pasukan gajah. Sultan Iskandar muda juga memerintahkan untuk memindahkan aliran sungai Krueng Aceh hingga mengaliri istananya. Disanalah sultan acap kali berenang sambil menjamu tamu-tamunya.
Kerajaan Aceh sepeninggal Sultan Iskandar Thani mengalami kemunduran yang terus menerus. Hal ini disebabkan kerana naiknya 4 Sultanah berturut-turut sehingga membangkitkan amarah kaum Ulama Wujudiyah. Padahal, Ratu Safiatudin Ta'jul Alam Syah Berdaulat Zilullahil Filalam yang merupakan Sultanah yang pertama adalah seorang wanita yang amat pintar dan baik. Beliau merupakan puteri Sultan Iskandar Muda dan Isteri Sultan Iskandar Thani. Beliau pula menguasai 6 bahasa, Spanyol, Belanda, Aceh, Melayu, Arab, dan Persi. Saat itu di dalam Parlemen Aceh yang beranggotakan 96 orang, 1/4 diantaranya adalah wanita. Perlawanan kaum ulama Wujudiyah berlanjut hingga datang fatwa dari Mufti Besar Mekkah yang menyatakan keberatannya akan seorang Wanita yang menjadi Sultanah. Akhirnya berakhirlah masa kejayaan wanita di Aceh.
Pada masa perang dengan Belanda, Kesultanan aceh sempat meminta bantuan kepada perwakilan Amerika Serikta di Singapura yang disinggahi Panglima Tibang Muhammad dalam perjalanannya menuju Pelantikan Kaisar Napoleon III di Perancis. Aceh juga mengirim Habib Abdurrahman untuk meminta bantuan kepada Empayar Turki Uthmaniyyah. Namun Empayar Turki Uthmaniyyah kala itu sudah mengalami masa kemunduran. Sedangkan Amerika menolak campur tangan dalam urusan Aceh dan Belanda.
Setelah satu tahun perang, Sultan Aceh Mahmmud Syah meninggal dunia karena wabah Kolera. Kerabat Sultan, Sultan Muhhamad Dawud Syah diangkat sebagai Sultan di Masjid Indra Puri. Sultan M. Dawud akhirnya meyerahkan diri kepada belanda pada tahun 1903 setelah dua Isterinya, anak serta Ibunya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh seluruhnya pada tahun 1904. Istana Kesultanan Aceh kemudian di luluhlantakkan dan diganti dengan bagunan baru yang sekarang dikenal dengan nama Pendopo Gubernur.
Sebagai pewarsi kerajaan Pasai; sebuah kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara, Aceh memainkan peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara setelah kejatuhan Kesultanan Melaka ke tangan Portugis. Malahan, rakyat menggelar negeri mereka "serambi Mekah". Banda Aceh menjadi pusat tumpuan pengajian Islam dan Al-Quran dan banyak karya-karya Islam diterjemahkan dalam Bahasa Melayu. Sasterawan Aceh yang terkemuka ialah Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdurrauf Singkil dan Nuruddin ar-Raniri. Dalam lapangan pembinaan kesusasteraan dan ilmu agama, Aceh telah melahirkan beberapa ulama ternama, yang karangan mereka menjadi rujukan utama dalam bidang masing-masing, seperti Hamzah Fansuri dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan, Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman, Nuruddin ar-Raniry dalam bukunya Sirat al-Mustaqim, dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil.

DIKUTIP OLEH :JALUDDIN H.MUKHTAR

TIPS MENDAPATKAN CINTA SEJATI

MENDAPATKAN CINTA SEJATI DAN JANGAN SAKITI HATI
Cinta adalah anugerah dari Tuhan yang maha esa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Cinta antara laki-laki dan perempuan telah ada sejak manusia pertama turun ke dunia hingga sekarang. Cinta merupakan bumbu penyedap hidup yang sementara ini yang dapat memberikan kebahagiaan yang sejati.
Cinta memang dapat membawa suka dan juka dapat membawa duka bagi orang-orang yang merasakannya. Berbagai problema cinta tercipta dari yang ringan hingga yang berat seperti naksir, cinta pada pandangan pertama, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta segi tiga, cinta monyet, cinta harta, cinta palsu, cinta laura, dan cinta-cinta lainnya yang membuat dunia ini begitu menarik.
Menurut saya cinta itu adalah sesuatu yang sakral yang sebaiknya tidak bermain-main dengannya. Bermain cinta memang menyenangkan bagi sebagian orang. Akan tetapi dampak buruk atau efek yang dapat ditimbulkan bagi orang yang cintanya dimainkan akan sangat tidak menyenangkan.
Untuk itulah maka hargai cinta dan hormati cinta agar kita maupun orang lain di sekitar kita tidak terluka karena cinta. Berikut ini adalah tips cara dari organisasi.org bagaimana caranya agar kita bisa menikmati cinta tanpa harus melukai orang lain.
1. Jangan jadi playboy/playgirl dan hindari playboy/playgirl.
2. Jika tidak suka atau biasa saja jangan pacari orang itu, pdkt dulu
3. Katakan cinta jika kita yakin dia adalah pasangan hidup kita
4. Cinta dan nafsu birahi adalah dua hal yang berbeda (no free sex)
5. Carilah orang yang baik, setia, jujur dan cinta kepada kita
6. Jangan pacaran/menikah sebelum dewasa (21 tahun ke atas)
7. Kejarlah cinta sampai ke negeri Cina, berjuanglah demi cinta
8. Berbagilah cinta dengan orang-orang di sekitar kita
9. Cinta tidak harus memiliki. Lupakan dan coba lagi bila gagal
10. Bina cinta yang ada hingga nafas terakhir selamanya
11. Jangan pernah sakiti orang yang kita cintai dengan alasan apapun
12. Cinta sejati tidak dapat dibeli dengan uang tapi pengorbanan
13. Tuhan telah memberikan anda jodoh, temukanlah cinta anda
14. Cinta harus direstui agama, hukum, keluarga & masyarakat
Jangan pernah menyakiti hati orang lain baik bagi laki-laki maupun perempuan karena mereka memiliki akal pikiran, perasaan dan insting sehingga mereka akan patah hati dan terluka jika kita mengecewakannya. Orang yang rapuh dapat mati bunuh diri karena cinta. Orang yang dendam dapat melakukan tindakan kriminal atau perbuatan tidak menyenangkan kepada anda karena cinta. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan cinta.
Semoga hidup anda menjadi indah dengan cinta yang sebenarnya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Oleh al-abbasy

Selasa, 02 Desember 2008

KOTA TERPIDANAOleh: Ridwan H Mukhtar Pengamat Sosial, Budaya dan Peradaban Aceh
Sejenak ke Athena, di pulau Corfu di tapal batas Yunani yang membasahkan ilmu pengetahuan dengan mitologi dan perumpamaan adalah imajinasi budaya. Seperti juga Kuta Raja (kota Banda Aceh). Di mana di kedua tempat tersebut kebudayaan baik pelaksanaan dan makna sering didedah, dipertarungkan dan dirayakan. Tapi itu dulu -- bagi Kuta Raja. Seolah ada ingatan yang mengharuskan napak tilas panjang dan mengharukan dalam membaca sebait peradaban lalu.
***
Athena adalah Dewi pelindung. Kota artefak itu berusia lebih dari tiga abad. Mitologi dan umpama, baik cerita tentang setengah manusia berkepala banteng yang terjebak dalam sebuah labirin tak berpintu keluar yang melumat siapa saja yang tersesat di dalamnya hingga kisah tentang seorang Dewa yang begitu mencintai dirinya, telah begitu arif memberikan peringatan kepada siapa saja yang mencoba-coba ingin berkuasa bahkan kepada raja di raja abad Milenium.

Kuta Raja adalah kota tua para Raja-raja. Begitu faktanya. Tempat pertapaan yang seolah-olah abadi dan sah menjadi pusat tahta dan titah bahkan sabda-sabda. Berabad-abad Kuta Raja sah menjadi kota tua. Adalah Belanda mengajarkan paruh budaya; dari diskriminasi, sampai jiwa yang tak tertaklukkan. Banyak yang terkubur disini, ada yang terusir jiwanya: dalam aroma amis darah dan asap mesiu. Bekas dan tilas kaki naga, dari laut dan gunung masih tersisa disini. Sisa-sisa yang tertinggal adalah semacam ingatan saja, tentang budaya yang lupa kita rumuskan bagaimana bentuknya.

Seperti kuburan tua para raja, para syuhada, Kerkoff, Museum dan Rumah Aceh, onggokan gerbong kereta api, Novotel Aceh yang hilang (barangkali kelak Mesjid Raya Baiturrahman), dan penjara Keudah -- adalah sisa-sisa yang mampu menggambarkan peradaban, budaya. Katanya ya !.

***
Atau Keudah adalah pindaian kata atas ketidakpercayaan diri, atas kemiskinan akan nama. Seperti Gapura, Kampung Kleng, Kampung Jawa, Kampung Pande, lamteeh, lampoh daya, lampadang, Indrapuri bahkan benteng Indrapatra. Nama-nama datang dari mana-mana. Kemudian hilang tak tersisa. Konflik, tsunami menumpuk dalam ingatan. Ada yang berat dan sarat. Sebentuk beban yang tertarik, terseret jauh ke hulu. Terkadang seperti pengandaian ingatan romantiknya masa lalu, dan sekarang cukup dengan mematung diri, memuluskan mimpi-mimpi. Sehingga mendefinisikan sisa-sisa kebudayaan, peradaban begitu susahnya.

Seperti merumuskan keadilan Iskandar Muda yang menghukum Meurah Pupok hingga terpenggal nyawa. Ah, begitu susahnya sejarah itu, begitu susahnya Kebudayaan itu, peradaban kehilangan bentuk, menjadi tak empiris apalagi ilmiah. Tapi siapa yang peduli? Bukankah sejarah itu perlu, bukankah sejarah itu butuh kesaksian, butuh pengakuan, bukankah kebenaran sejarah dimenangkan oleh kekuasaan?. Sejarah sepertinya sering benar dan datang dari kekuasaan. Orang-orang seperti dimabuk kepayang, banyak keliaran pikiran memabukkan sejarah. Kemudian benarlah atas nama kebudayaan atau peradaban menjadikannya landasan pijak yang berkerikil.

***
Atau karena keterlanjuran kota menjadi pusat pertapaan bagi sang raja, maka menjadikannya bahagian kebudayaan. Bagi raja kekuasaan atas tanah hampir tak terbatas, sehingga kaum marginal, jelata, nyak-nyak terus mencari kampung budayanya. Ditengah kelaparan yang membelit dan terampas. Ditengah kekuasaan dan kokohnya tahta para raja-raja, kebudayaan dan peradaban hampir tak dipahami oleh mereka. Kebudayaan jelata telah dikorup. Tak ada tempat, ruang dan waktu bagi Lamit (Budak) sang raja.

Kaum jelata terpaksa terpinggirkan ke bantaran sungai Krueng Aceh, Krueng Daroy yang penuh sampah dan bangkai kucing mati karena kelaparan. Maka terkutuklah sang raja yang terus melebarkan singgasana hingga menghimpit ulu hati para budak-budak !. Kita pernah berteriak “Bukankah kaum marginal, pemuda-pemuda seudang betelanjang kaki, nyak-nyak yang menyodorkan nasi bungkus kepada laskar-laskar mujahidin, ratusan tahun lampau telah tegak berdiri menentang Belanda?. Menyusup ke tangsi, menghunus pisau dapur berkarat, dan rencong yang masih tersisa darah kesumat. Mereka pahlawan, bahagian sejarah, bahagian kebudayaan, antara harga diri dan prinsip peradaban. Mereka bukan Aceh pungoe ( gila ).

Saudara-saudara; dengan rencong, budaya kota para raja kita bela, dulu dan sepenggal zaman kemudian. Kecuali kini. Dulu, Singgasana tersepuh hati emas tak lekang dimakan zaman. Apakah kini singgasana-singgasana akan menindih-gilas generasi mereka, para syuhada ?”
***
Sepertinya budaya kota para raja tak lagi menebar cinta. Kota seperti tanpa puisi. Kota hanya menjadi kelindan kesepakatan jiwa-jiwa yang meneguhkan ke-aku-an. Seperti tanah kosong atau kuburan. Milik semua orang yang mencari kematian. Banyak mulut yang berdo’a, sementara tangannya berlumur darah. Bahasa tak bersuku-kata, kata-kata begitu keras terucap. Luka-luka telah lama menjadi jurang pemisah. Mungkin kuta radja telah sah menjadi gampoeng global dan budaya yang palsu.

Budaya kekuasaan menjadi korup. Jelata telah lama menjadi budak. Kekuasaan telah menistakan perut lapar yang mestinya terisi. Perut jelata adalah lahan untuk menumpuk keserakahan penguasa. Atas nama kemiskinan, atas nama perekonomian yang tak berdaya, anak yatim yang tergolek dibawah tenda, para perompak datang dari segala penjuru angin, tak henti-henti merampas hak mereka. Kekuasaan telah menjerumuskan kebahagian mereka ke jurang yang nista. Jelata tetap nista, kekuasaan masih tersepuh emas. Kekuasaan di tangan para raja. Jelata yang lapar kini terkurung dalam kota tanpa puisi. Selepas deru peluru dan laras, setelah ganasnya tsunami.

***
Hari-hari terakhir terbetik kabar ikhwal pelayaran para raja di kota tanpa puisi; atas nama jelata mereka sedang menelan api neraka, buah khuldi, dan simalakama. Terbetik kabar pula banyak handai taulan yang meneguhkan hati mereka, menertawakan mereka. Tak jerakah para para raja-raja? Penjara, bagi Tuan, tak hanya mengurung raga tapi menistakan jiwa. Sepertinya tidak!, maka sejarah akan mencatatnya. Bukankah pelayaran para raja-raja terdahulu telah diteguhkan untuk menelan mentah-mentah budaya yang dikorup, budaya milik Kekuasaan, maka apapun yang mereka lakukan menjadi sah tanpa harus muntah?

Lalu dengan apa jelata merayakan berita yang terpetik itu?. Atas nama kelaparan, kemiskinan, pengangguran; wahai jelata, rayakanlah derita ini dengan kebahagiaan. Karena yang tersisa itu adalah kebahagiaan yang selama ini dirampas dan ditelan oleh para raja. Saudara-saudara; Maka lihatlah jelata yang berbahagia karena Kota Tanpa Puisi ini telah berganti nama menjadi Kota Para Terpidana!.***