Budaya Aceh “EUMPANG BREUH”
Budaya Keislaman Masyarakat Aceh masih harus diakui kekentalannya walaupun terlihat penurunan akibat hembusan Angin luar/budaya barat tanpa minta izin dan bertanya. Pengajian dalam bentuk majlis taklim, ceramah-ceramah Agama, Dayah-dayah, masih tumbuh subur dalam kalangan Masyarakat Aceh, sehingga Masyarakat Aceh pada umumnya masih suka dan sering membicarakan Agama saat berkumpul atau bertemu. Semua ini membuktikan bahwa Aceh masih bertahan meskipun badai misionaris masih terus menhantam benten pertahanan islam.
Disetiap daerah, terdapat seorang Ulama/teungku yang menjaga agama dan budaya, sehingga jarang kita perdapatkan Anak-anak Aceh yang tidak bisa membaca al-Quran, jarang kita perdapatkan Pemuda dan orang dewasa di Aceh yang tidak mengerti Hukum Agama, karna pengajian melalui majlis taklim dan dayah diaceh sangat maksimal.
Aceh yang memegang kukuh budaya Islam bukan berarti tidak berkarya dan berkiprah di era maju, karena Islam tidak pernah melarang ummatnya mengikuti gaya hidup modern asalkan tidak melampaui batas-batas keislaman. Kini masyarakat Aceh juga ikut bersaing dalam berkarya, untuk dipentaskan dihadapan masyarakat Modern, sehingga semua orang akan Mengakui bahwa tAceh bisa dan manpu..
Para seniman Aceh sudah cukup banyak berbuat untuk Mengangkat nama Aceh ke permukaan. Mereka telah melahirkan berbagai macam musik yang serat dengan nuansa Aceh, beragam Film Komedi juga telah menghiasai dan menghadirkan suasana ceria di Bumi Aceh, itu semua adalah wujud dari peran seniman-seniman Aceh dalam bersaing mengangkat nama Aceh di Arena modern, disamping juga memberi hiburan untuk masyarakat yang telah lama hidup dalam konflik..
Kehadiran Film-film komedi dibumi aceh laksana hadirnya angin segar dalam terik matahari, karna film-film tersebut mampu menghadirkan suasana ceria dan semangat bagi penontonnya. Betapa indah ketika kita menyaksiksn suasana Ceria Masyarakat di Warung Kopi saat nonton bareng serial komedi yang dianggap paling menyenangkan, Penderitaan seolah hilang saat tawa gembira terlimpah secara serentak.
Diantara Film-film komedi Aceh, terdapat sebuah Film komedi yang sangat digemari oleh masyarakat Aceh, yaitu Eumpang Breuh yang dibintangi Oleh Yusniar dan Bang Joni. Mungkin kegemaran ini disebabkan oleh humor yang disajikan oleh Eumpang Breuh benar-benar sesuai dengan kejadian yang disaksikan oleh masyarakat Aceh dalam kehidupannya sehari-hari. Watak pemain Eumpang Breuh juga sangat sesuai dengan watak masyarakat aceh saat ini, Haji Uma yang bersikap keras merupakan contoh masyarakat Aceh yang berprinsip keras dan berpegang teguh pada Agama, Bang Joni adalah contoh pemuda Aceh yang lugas, baik dan penuh Humor, Yusniar adalah contoh gaya Cewek Aceh yang mengikuti jaman dan sudah merasakan angin pergaulan kota.
Kegemaran Masyarakat terhadap komedi ini dapat dibuktikan dengan melihat kenyataan bahwa:VCD eumpang breuh laku dengan baik. Banyaknya remaja yang meniru gaya bang joni dalam berbicara,ketawa dan sikap. Serta Banyaknya remaja putra yang memanggil dan menyapa remaja putri dengan sebutan yusniar..
Apa Isi Eumpang Breuh?
Sangat disayangkan, komedi Eumpang Breuh yang begitu dicintai dan digemari oleh masyarakat Aceh ternyata mempromosikan budaya dimakan tikus, yaitu sebuah pameran budaya yang sudah bergeser dari nilai-nilai Islami, .padahal Budaya Islam sudah begitu lama menjadi budaya Aceh. Gaya berpakaian Yusniar yang ketat dengan jilbab yang menampakkan hitamnya rambut dan putihnya leher, peran Haji Uma yang melegalkan anaknya berbusana seperti demikian dan peran bang joni yang selalu mengejar perempuan, melahirkan sebuah pemahaman bahwa itulah watak Masyarakat Aceh. Ironisnya peran diatas diperankan oleh tiga tokoh utama dalam komedi Eumpang Breuh, sehingga melahirkan sebuah pemahaman bahwa peran diatas patut ditiru, karna biasanya peran tokoh utama dalam sebuah sinetron atau Film selalu memberikan keteladan.
Gadis-gadis Aceh saat ini nampaknya sangat ingin jadi Yusniar, mereka Acapkali meniru gaya Yusniar dengan memakai baju ketat, rok airin dan jilbab kecil dengan mengeluarkan rambut halusnya dibagian kiri atau bagian kanan. Bagi orang Asing yang belum mengenal Aceh mungkin akan menanyakan dua pertanyaan, yaitu: Begitukah pakaian Orang Islam? .Begitukah pakaian orang Aceh yang katanya Serambi Mekkah?.
Pertanyaan itu akan terjawab dengan kata Allah dalam surat al-Nur ayat 31 sebagai berikut:
Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman supaya mereka menahan sebagian dari penglihatannya dan memelihara kehormatannya, dan tidak memperlihatkan perhiasannya (kecantikannya) kecuali yang nyata daripadanya. Maka hendaklah mereka menjulurkan kerudung-kerudung mereka hingga ke dadanya .
Disini jelas bahwa jilbab gaya yusniar bukan jilbab Islami, disatu sisi mungkin para Insan Eumpang Breuh patut bangga, karna telah mampu menarik hati masyarakat Aceh untuk Menyaksikan. Meresapi dan mengamalkan tradisi yang mereka cetuskan, tetapi disisi lain, Eumpang Breuh telah mengambil andil dalam Mengobok-ngobok Budaya Aceh yang Islami.
Nanggroe Aceh kini sedang digalakkan Syariat Islam. Untuk terlaksananya Syariat tersebut, tentu saja membutuhkan dukungan semua pihak, agar memberi dukungan terhadap pelaksanaan syariat dengan cara menjaga ketentuan-ketentuan Syariat dalam alur cerita yang dikisahkan.
Sinetron-sinetron Islami terus saja bermunculan. Sepantasnya kita menghargai niat baik pembuatnya, namun acapkali Sinetron-sinetron tersebut memberi pemahaman yang salah kepada masyarakat tentang budaya Islam. Dalam pikiran masyarakat awam, sinetron Islami selalu dipenuhi oleh nilai-nilai Islami yang patut ditiru, karna itu penulis berharap agar Insan perflman Aceh menjaga hal ini agar tidak memberi pemahaman yang salah kepada masyarakat tentang budaya Islam, karena kemaksiatan akan dianggap Islami jika dikemas dengan kemasan Islami. Contoh Maksiat yang dikemas dalam Flm Islami tarawih bareng dengan lawan jenis yang biasa ditampilkan oleh sinetron-sinetron islami yang diputar dibulan ramadhan.mengajar ngaji lawan jenis secara berdua-duaan dan lain-lain.
Jika masyarakat memahami ini sebagai budaya Islami, akan menjadi kendala besar bagi Dakwah Islam, karena pendakwah yang menantang hal itu akan dianggap penantang Islam. Subhanallah…………………
OLEH: JALALUDDIN H.MUKHTAR
@BIODATA PENULIS
1. Nama : Jalaluddin H.Mukhtar
2. Alamat :Cot girek peusangan bireuen
3. Tempat tanggal lahir : Cot girek peusanga bireun 27-05-1984
4. Pekerjaan :Santri dan Mahasiswa jurusan dakwah Stai Al-aziziah Samalanga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar